Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang hidup ribuan tahun yang lalu. Beliau diutus untuk seluruh alam, bukan hanya untuk manusia dan jin, bahkan untuk seluruh hewan dan tumbuh-tumbuhan. Tidak hanya umatnya saja yang selalu lantunkan shalawat kepada Nabi Muhammd, namun binatang dan hewan juga demikian. Segala sesuatu yang dekat bersama Rasulullah pasti memberi iktibar untuk yang lainnya, baik itu tanah bumi ini atau yang lainnya. Namun ada salah satu jejak peninggalan Beliau yang masih ada hingga kini. Yaitu sebuah pohon, yang disebut dengan pohon sahabi, Pohon berumur ribuan tahun dan dijuluki "The Only Living Sahabi" yang berarti "Sahabat Nabi yang Masih Hidup"
Inilah Lima Hewan Peliharaan Nabi Muhammad SAW
Thursday, December 29, 2016
- Inilah Lima Hewan Peliharaan Nabi Muhammad SAW - Dalam beberapa kisah dan hadits tersebutlah kisah-kisah yang menunjukkan Nabi Muhammad SAW seorang pencinta dan penyayang binatang, Ketika memasuki Kota Makkah setelah menaklukkan tentara Quraisy, salah satu perintah Rasul adalah tidak membunuh satwa apa pun yang ada di kota suci itu.
Beberapa riwayat hadits menunjukkan bahwa Rasulullah juga memberikan nama pada beberapa hewan yang beliau miliki, diantaranya adalah sebagai berikut;
كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَةٌ تُسَمَّى العَضْبَاءَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki unta yang dinamakan dengan Al ‘Adhbaa‘” (Shahih Bukhari, no.2872)
Ada Awan Sedang Rukuk Sebelum Gerhana Matahari Muncul (Indonesia)
Thursday, March 10, 2016
Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) masih menyisakan cerita bagi warga Kota Palembang, Kamis (10/3/2016). Setelah heboh seseorang memotret awan berlafaz Allah SWT saat detik-detik GMT, kini ada pula seorang pengguna instagram yang memposting foto awan yang berbentuk orang sedang melakukan gerakan salat, rukuk.
Awan yang berada di bawah GMT itu dipotret oleh Budi Surianto dengan akun instagram budisurianto.
Dalam foto itu terlihat gumpalan awalan yang berkumpul di satu titik. Diamati lebih jelas memang tampak seperti orang yang sedang rukuk.
"Hari-hari bersama Abuya Muda Waly" oleh Abu Syihabuddin Syah
Sunday, November 15, 2015

۞Wadzifah Abuya Syekh H. Muda Waly al-Khalidi۞
Muqaddimah dari Abuya Syihabudin Syah Keumala (Murid Abuya Muda Waly)
Lahirnya wazhifah Abuya yang amat mulia ini ke dalam sebuah bentuk tulisan berasal dari permintaan adinda Prof. DR. H. Teungku Muhibbuddin Waly (anak kandung Abuya sendiri). Alhamdulillah saya terima permintaannya dengan menulis wazhifah-wazhifah yang dimaksud, sepanjang yang saya ketahui dan saya melihat selama saya mendampingi Abuya di Darussalam Labuhan Haji.
Saya menyadari bahwa wazhifah Abuya yang saya uraikan ini hanyalah sebahagiannya saja, sedangkan wazhifah lathifah yang lengkap dan sempurna yang ada pada diri pribadi Abuya yang mulia tidak mungkin dapat diliputi keseluruhannya oleh sebuah pena yang pendek lagi kecil dan tintanya yang sedikit sserta waktunya yang terbatas pula. Semoga dengan adanya tulisan tentang wazhifah Abuya ini dapat kiranya dimanfaatkan oleh murid-murid Abuya pada umumnya dan oleh anak cucu Abuya pada khususnya, apalagi anak cucu yang tidak pernah bermuwajjahah (bertatap muka) dengan Abuya.
Jika uraian ini sejalan dengan apa yang dimaksud, maka saya mengucapkan alhamdulillah dan jika tidak, saya ucapkan Astaghfirullah.
Akhirnya saya menghimbau, marilah kita semua mengikuti jejak langkah Abuya sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri kita masing-masing. Insya Allah.
2 Cara Sederhana Mendeteksi Hati yang Telah Rusak, "Berhati-hatilah"
Friday, November 13, 2015
Dalam Hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Al-Baqarah : 10)
Kita (yaitu manusia) tentunya tau bahwa hati terkadang sakit karena suatu keadaan dan terkadang sehat disuatu keadaan lainnya. Seperti Firman diatas, ayat ini ditujukan bagi mereka yang hatinya tidak mau dipakai untuk mengarah kepada Allah SWT, sehingga wajarlah jika terkadang hari ini kita selalu merasakan kegundahan yang berat, resah, stres, dan tidak nyaman dalam hidup disebabkan karena hati kita sedang sakit dan perlu obat untuk menyembuhkan penyakit hati tersebut, adakalanya penyembuhan hati tersebut diobati dengan berszikir, mengingat Allah, duduk dalam majlis ilmu atau lain sebagainya. Yang sudah barang tentu keadaan ini dapat mengobati hati manusia.
Namun ada hal yang perlu di ingat, ketika hati kita sedang sakit, disebabkan karena telah jauh dari Allah SWT maka hati itu akan rusak dan akan sakit didalam bathiniyah kita. Jikalau hati telah sakit maka kehidupan kita terasa sempit, gundah dan lebih bahayanya lagi adalah iman kita terkikis kepada ajaran agama ini. alhasil ketika kita meninggalkan dunia ini dan menghadap Allah maka kita termasuk golongan-golongan yang masuk kedalam neraka.
yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tahu bahwa hati kita telah rusak dan sakit, berikut 3 cara untuk mendeteksi hati yang telah rusak :
1. Tes Mendengarkan Quran diantara dua lagu yang disukai
Maksudnya adalah kita mendeteksi hati melalui bacaan quran diantara dua lagu yang kita sukai. caranya adalah ambilah handpone yang ada musiknya, kemudian nyalakan playist musik, buatlah folder baru dan letakkan list 3 saja, list pertama lagu, list kedua quran dan yang ketiga adalah lagu. Setelah itu, dengarkan lagu pertama berulang kali sebanyak dua kali, kemudian biarkan play musik berjalan sampai masuk ke list kedua dan dengarkan list quran tersebut (jika bisa letakkan surat yang panjang seperti sajadah, luqman atau ar-rahman), ketika list quran ini sedang berjalan coba dengarkan sampai habis secara iklash tanpa ada niat untuk menukarkannya. Jikalau kita tidak sanggup mendengarkannya dan ingin memindahkan untuk list lagu ke tiga maka berhati-hatilah bahwa sebenarnya hati anda sudah mulai rusak.
2. Mendeteksi Hati dengan Cara mendengarkan Pengajian atau Mauidhah Hasanah
Cara ini sangatlah mudah, datang aja kepengajian terdekat dan diamlah didalam majlis tersebut dan dengarkan, resapi lalu simpanlah hasil pengajian yang baru anda dengar, jika kita bisa menetap didalamnya, memahami apa yang disampaikan dan dapat mengingat dalam jangka waktu yang lama pengajian tersebut maka tanda hati masih bagus, jika tidak maka hati anda telah rusak. Rasulullah bersabda :
"Siapa yang diinginkan oleh Allah dalam kebaikan maka Allah akan memudahkan dia dalam agamanya" (Muttafaqun 'Alaih).
Ini artinya adalah Allah memberikan kebaikan bagi kita semua apabila kita memahami pelajaran agama yang kita dengarkan. Terkadang ada orang yang telah lama ikut dalam majlis ilmu namun ia belum pahami apa yang ia pelajari, hal ini disebabkan bahwa hati yang kita punya telah rusak untuk itu setiap nasehat, pelajaran agama, dan majlis ilmu yang kita dengar tidak masuk kedalam hati.
inilah 2 cara sederhana Mendeteksi Hati Yang Mulai Rusak,
Sumber :
Tgk Habibie M. Waly
Inilah 6 Alasan Kenapa Bangsa Yahudi Sangat Pintar
Wednesday, November 4, 2015
Sebagaimana yang sama-sama kita ketahui, dimata kita hari ini yahudi adalah bangsa penghancur, pembunuh dan penjahat international. Bagimana tidak, palestina yang pada masa dahulu pernah menjadi kesatuan wilayah kekuasaan Islam, namun hari ini hampir 85 % palestina sudah menjadi negara mereka, bahkan negara telah mengakui negara yang mereka bangun, yang hari ini disebut ISRAEL. Selain itu, mereka juga membuat kumpulan konspirasi-konspirasi untuk menghancurkan negara, bangsa atau adat. Salah satu misi terbesar mereka adalah menghanguskan nama Islam dimuka bumi ini. dibalik itu mereka juga telah membuat berbagai rancangan bagaimana caranya bahwa palestina, beserta isi didalamnya menjadi suatu negara penuh bagi mereka, sehingga israel menjadi suatu negara tanpa ada campur aduk suku, bangsa, dan adat lain, hanya merekalah saja yang menjadi suku satu-satunya di palestina nanti.
Tusyiah Abuya Muhibbuddin : "Bergembiralah Orang yang Taat kepada Allah"
Friday, October 30, 2015
Apabila nur Ilahi telah kita lihat
faedahnya, yakni tersingkap hakikat sesuatu, baik pada rahasia ketaatan maupun
pada rahasia kemaksiatan. Apabila matahati telah tersingkap pula hikmah-hikmah penglihatannya
dan apabila hati telah menghadap pada yang baik dari apa yang telah
disingkapkan oleh matahati dan telah membelakangi sesuatu yang tidak baik
seperti maksiat, pada waktu itulah datang kegembiraan dalam hati dengan sebab
taat yang telah dikerjakan oleh orang yang telah dikurniakan Allah SWT
nikmat-nikmat tersebut. Untuk mengetahui bagaimanakah kegembiraan tentang taat
tersebut, maka yang mulia Al-Imam lbnu Athaillah Askandary, telah menyatakan
dalam Kalam Hikmahnya yang ke-58 sebagai berikut:
Bagaimanakah Dasar Akidah Tauhid dan Tasauf sebenarnya Bagi Setiap Muslim ?
Monday, October 12, 2015
Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul
daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang
bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(Al-A’Raf : 35)
Demikianlah firman-Nya
yang Maha Mulia lagi Maha bijaksana yang telah mengajari manusia akan segala hal
semata agar kiranya manusia pada akhirnya dapat membenarkan bentuk kejadian penciptaan
dibalik segala sifat materi dan waktu.
Allah Maha berkehendak
atas segala-galanya, tak ada satupun yang dapat menghalang takdir yang telah
ditentukannya, baik takdir buruk ataupun takdir baik atas setiap makhluk-Nya.
Keberkahan yang melimpah yang dituangkan oleh-Nya kepada Rasul Muhammad adalah
bentuk kecil takdir Allah yang tidak dapat bagi seorangpun untuk mendustakannya,
maka oleh karena itu jika Allah menghendaki kekuatan kehendaknya Muhamamd atas
setiap kejadian luar biasa yang terjadi diluar akal manusia niscaya kehendak
ini terjadilah ia, begitulah sama kejadiannya terhadap para ulama yang
diberikan kelebihan berkah oleh-Nya dalam takdir karamah atas mereka dengan
sebab keilmuan mereka, ketakwaan dan akhlak yang tak pernah terpisah dari hirup
udara setiap mereka hingga karamah datang menghampiri dan pada akhirnya sebab
musabab ini juga tujuannya membenarkan atas segala takdir dan ketentuan-Nya
yang tak dapat bagi seorangpun dapat menghalau segala kekuasaan takdir.






